KOLEKSI KARYA TULIS

Kumpulan tulisan dan wawancara Gus Dur yang dipublikasikan di berbagai buku dan media cetak lainnya

Gus Dur menerima tamu seorang warga beretnis Tionghoa di kantornya PBNU. Relasi Gus Dur dengan komunitas Tionghoa memang sangat dekat.
Pada 21 Januari 2005, Gus Dur meninjau wilayah Aceh setelah diterjang tsunami pada 26 Desember 2004. Bersama putri keduanya Yenny
Gus Dur diapit Putu Wijaya (kiri) dan Radhar Panca Dahana (kanan) dalam perhelatan “Refleksi Setahun Federasi Teater Indonesia” pada 27
Momen saat Gus Dur mencium istrinya, Sinta Nuriyah Wahid saat perayaan ulang tahun Ibu Sinta yang ke-58 di rumah mereka,
Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dalam perkembangan pesantren di negeri kita, terdapat banyak sekali legenda yang harus diteliti secara mendalam, termasuk
Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Suara bising yang keluar dari kaset biasanya dihubungkan dengan musik kaum remaja. Rock ataupun soul, iringan
Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Ada sebuah prinsip yang selalu dikumandangkan oleh mereka yang meneriakkan kebesaran Islam: “Islam itu unggul, dan
Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Peter Mansfield, dalam bukunya History of the Middle East, menyatakan bahwa Islam memang sejak kelahirannya tidak mengemukakan
Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Di waktu jaya-jayanya pemerintahan Orde Baru, penulis dan teman-teman mendirikan Forum Demokrasi. Dalam forum itu bergabung
Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Charles Torrey dalam disertasi doktornya di Universitas Heidelburg tahun 1880­an, mengemukakan bahwa al­-Qur’an mempunyai keistimewaan, berupa